Pedang paling tajam di dunia?? Pedang apa ya?? Lalu, siapakah pembuatnya??
Apakah pedang milik Syaidina Ali yang terkenal itu?? Bukan, bukan itu jawabannya. Bukan itu yang akan saya bahas kali ini.
Beberapa menit yang lalu, hati saya sedikit sakit dengan perkataan seorang teman yang walaupun tidak kasar tapi bermaksud menghina. Yang jadi bahasan kali ini, bukan si teman saya ini, tapi tentang menjaga lisan, lebih tepatnya bahaya lisan.
Yah, pencipta pedang paling tajam di dunia itu tidak lain dan tidak bukan adalah Allah SWT. Lidah, atau juga kita sebut dengan lisan. Lisan seseorang memang mampu membuat orang lain bahagia karena tutur kata yang lembut dan sopan. Akan tetapi, tak jarang pula orang lain merasa sakit hati, dihina, diremehkan, bahkan marah karena lisan seseorang juga.
Saya pernah mendengar seorang guru berkata seperti ini, "Luka fisik mungkin bisa hilang karena diobati, tapi kalau luka karena sakit hati, akan membekas selama-lamanya." Oleh karena itu sahabat, pandai-pandailah menjaga lisan. Berpikirlah dua kali sebelum berucap agar tidak sampai ada hati yang tersakiti. Hubungan dengan manusia itu juga penting. Ingat, Allah tidak akan memaafkan seseorang yang berbuat salah kepada orang lain sebelum dia meminta maaf.
Allah hu a'lam bi syawab...
(S)_asa*when.I'm.sick
Apakah pedang milik Syaidina Ali yang terkenal itu?? Bukan, bukan itu jawabannya. Bukan itu yang akan saya bahas kali ini.
Beberapa menit yang lalu, hati saya sedikit sakit dengan perkataan seorang teman yang walaupun tidak kasar tapi bermaksud menghina. Yang jadi bahasan kali ini, bukan si teman saya ini, tapi tentang menjaga lisan, lebih tepatnya bahaya lisan.
Yah, pencipta pedang paling tajam di dunia itu tidak lain dan tidak bukan adalah Allah SWT. Lidah, atau juga kita sebut dengan lisan. Lisan seseorang memang mampu membuat orang lain bahagia karena tutur kata yang lembut dan sopan. Akan tetapi, tak jarang pula orang lain merasa sakit hati, dihina, diremehkan, bahkan marah karena lisan seseorang juga.
Saya pernah mendengar seorang guru berkata seperti ini, "Luka fisik mungkin bisa hilang karena diobati, tapi kalau luka karena sakit hati, akan membekas selama-lamanya." Oleh karena itu sahabat, pandai-pandailah menjaga lisan. Berpikirlah dua kali sebelum berucap agar tidak sampai ada hati yang tersakiti. Hubungan dengan manusia itu juga penting. Ingat, Allah tidak akan memaafkan seseorang yang berbuat salah kepada orang lain sebelum dia meminta maaf.
Biasanya, seseorang sering kelepasan bicara saat bercanda. Jika sudah bercanda, seseorang bisa lupa yang ini perkataan yang menyinggung dan yang ini bukan. Nah,maka dari itu, kita harus benar-benar pandai menjaga lisan. Dalam kondisi dan situasi apapun. Jika tanpa sadar telah menyinggung dan menyakiti orang lain, cepat-cepatlah beristighfar dan minta maaf.
Mungkin sebagian dari anda berpikir bahwa bahasan ini sudah umum. Tapi, semoga bermanfaat :)
Allah hu a'lam bi syawab...
(S)_asa*when.I'm.sick
