Thursday, January 19, 2012

Mutiara Kata


Cinta tidak perlu didefinisikan, lebih baik dirasakan, kemudian disyukuri.

Dunia adalah komedi bagi mereka yang melakukannya atau tragedi bagi mereka yang merasakannya.
(Horace Walope)

Petaka akibat kesombongan jauh lebih menyakitkan daripada segala jenis penyakit.

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, qalbu seorang pecintaNya lebih besar daripada singgasanaNya.
(Jalaludin Rumi)

Iri dengki adalah bara neraka yang menyala di dada. Bara itu membakar, tapi kita mengiranya sebagai barang berharga.

Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tetapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain.
(Michel De Montaigne)

Sifat pemberani jadi bermakna ketika diimbangi kecerdikan strategi.
Kekuatan otot ksatria sejati seimbang dengan ketajaman otaknya.

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, tetapi bagaimana bertanding dengan baik.
(Baron Pierre De Coubertin)

Jalan pintas sering membinasakan, namun masih banyak yang memilihnya hanya karena malas berpeluh keringat di jalan yang mulia.

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun, terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.
(Alexander Graham Bell)

Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat mengganti kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu kesiapan.
(Thomas A. Edison)

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, tetapi informasi di tangan orang banyak.
(John Naisbitt)

Saat menghadapi kesulitan, beberapa orang tumbuh sayap, sedang yang lainnya mencari tongkat penyangga.
(Harold W. Ruoff)

Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tetapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses.
(Lambert Deffries)
(S)_asa* dari berbagai sumber.

Motivasi untukku sendiri..


Jangan takut! Allah yang menguatkanmu.
Allah yang menuntunmu.
Jangan hiraukan mereka. Meski hati telah hancur, raga telah rapuh, tetaplah bertahan!
Bukankah perempuan yang sesungguhnya iu adalah perempuan yang tetap tertawa sebenarnya ia sakit?
Tetap tersenyum meski sebenarnya berat?
Aku yakin kamu pasti bisa!
Jadilah perempuan yang tangguh.
Yang selalu menjunjung tinggi martabatnya.
Membela kehomatannya dan mengasihi sesamanya.
Tetaplah berdiri tegar.
Seperti matahari yang tiada berhenti menyinari bumi. .

(S)_asa

Monday, January 2, 2012

Cinta Sang Anak Petani

"Aku ingin seperti semut merah yang mampu membangun sarang yang dalam dan nyaman. Menjadi semut merah yang pantang menyerah dalam melakukan papun. Karena menyerah berarti kalah. aku akan terus berjuang merangkai mimpi yang sempat terlupakan."

    Kita berasal dari strata yang berbeda. Aku hanya anak seorang petani, sedang kau anak seorang pegusaha kaya dan terhormat. Sejak awal sudah kukatakan,
    "Maaf, aku tidak mengenal kata 'pacaran', aku hanya ingin mengenal 1 cinta, yaitu dari suamiku kelak."
    "Aku tidak memintamu menjadi pacarku, tapi akumemintamu untuk menjadi pendamping hidupku, untuk yang pertama dan terakhir. Tapi orang tuaku meminta kita untuk bertunangan terlebih dulu."
Anganku dibuat melayang dan terbuai oleh kata-katanya. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu, sehingga aku meng-iyakan kata-katanya. Bagiku dia adalah laki-laki yang baik, dia adalah seseorang yang sepertinya yidak akan menyakitiku.
    Pertunangan telah terjadi. Dia tetap mengisi hari-hariku. Saling memotivasi dan memberi semangat. Sampai akhirnya di akhir semester, dia yang awalnya hanya mahasiswa biasa-biasa saja dapat meraih IP yang memuaskan, akun turut bersyukur. Semua ini tidak terlepas dari usaha kami selama ini.
    5 bulan pertunangan kami, tiba-tiba sifatnya berubah. Tidak ada lagi perhatian, tidak ada lagi kata-kata indah hanya untuk sekedar menyemangatiku menyambut pagi. Entah apa salahku. Apa karena dia telah menjadi mahasiswa yang pandai sehingga tidak membutuhkan bantuanku lagi? Ah, aku tidak boleh bersu'udzon. Hingga suatu hari, dia membatalkan pertunangan kami begitu saja. Wahai Allah yang maha membolak-balik hati, di telah menyakitiku. Dia telah menerbangkanku ke tempat yang tinggi kemudian menjatuhkanku begitu saja.
   Aku sadar, aku bukan siapa-siapa. Aku hanya anak seorang petani yang dapat masuk universitas favorit karena beasiswa. Aku tidak ada apa-apanya jika harus dibandingkan dengannya. Mungkin memang lebih baik seperti ini. Aku pasti bisa berjalan sendiri. Aku yakin itu!

aku tahu, senumnya, sedihnya, dan tawanya bukan lagi untukku, bukan lagi karenaku..
Entah apa khilafku hingga membuatnya menjadi demikian..
Tapi sampai saat ini, senyumki, sedihku, dan tawaku masih tetap untuknya, masi karenanya..
Entah apa yang membuatku bertahan hingga hari ini..

Ternyata aku memang hanya pelarian :')
/(S)_asa* dikutip dari red book