Tuesday, February 18, 2014

Saya Bukan Pemimpin Cerdas

Renungkanlah..

Saya bukan pemimpin cerdas ! Jika saya tidak mampu mendengarkan apa kata orang-orang di belakang saya.
Saya bukan pemimpin cerdas ! Jika saya tidak mampu datang tepat waktu.
Saya bukan pemimpin cerdas ! Jika saya tidak mampu membagi waktu untuk semua amanah yang saya emban.
Saya bukan pemimpin cerdas ! Jika saya tidak mampu menepati janji yang saya ucap.
Saya bukan pemimpin cerdas ! Jika saya tidak melaksanakan perintah-NYA.

Saya bukan pemimpin cerdas ! Jika saya hanya mampu berbicara tanpa bertindak !!

Wednesday, February 5, 2014

S.A.M.E

Tolong jangan melihat kali seperti itu..
Apa yang kami kenakan merupakan apa yang diperintahkan Rabb kami.


Layaknya perempuan nasrani yang mengenakan kalung rosario di leher mereka, seperti itu lah kami.

Perempuan nasrani bangga mengenakan kalung rosario mereka, dan kalian melihat itu sebagai sesuatu yang biasa. Namun, ketika hijab ini melindungi kami, mengapa itu menjadi aneh di mata kalian? Kami layaknya orang asing masuk yang ke dunia yang tidak berpihak pada kami.


Beberapa negara tidak menyediakan celah untuk kami bekerja, bahkan hanya untuk sekedar menyampaikan pendapat kami. Beberapa negara pula tidak mengizinkan kami memakai hijab kebanggaan ini ketika memasuki bangku pendidikan. Dan beberapa negara pula menganggap kami sebagai teroris.

Kami tidak berbeda.
Sama seperti yang lain, kami ingin menyapa kalian dengan ramah.
Kami ingin menyampaikan ide.
Kami ingin berbagi apa yang kami miliki.
Kami ingin berkarya.
Dan,
Kami ingin tersenyum kepada dunia bersama kalian.

#respect

Monday, February 3, 2014

Dandelion Seeds

Aku merindukan saat kaki-kaki kecil kita berlarian, berkejaran di sebuah tanah lapang dekat rumah kita. Kita senang meniup bunga berwarna putih dengan untaian benih putih seperti kapas.Sekarang aku baru menyadari, bunga itu mirip dengan bunga Dandelion ya kawan? Cantik sekali. Tidak ada yang melarang jika saat ini aku juga menyebut bunga itu Dandelion.

Kita selalu lupa waktu, ketika senja menyapa kota kecil ini barulah kita ingat untuk pulang. Resah membayangkan bagaimana wajah Ibu yang kesal karena anaknya seharian lupa pulang dan lupa makan. Tapi kita terus saja mengulanginya, terus saja pergi bermain keesokan harinya, terus saja meniup tangkai-tangkai dandelion, terus saja pulang saat senja menyapa.Hhh, aku benar-benar merindukan tangkai-tangkai Dandelion itu.


-Dandelion seeds (Sy)-