Monday, November 28, 2011

Ada yang salah dengan yang kami kenakan??

Banyak orang melontarkan kritik terhadap hijab, mereka mengatakan bahwa ia menyebabkan lemahnya berbagai kegiatan kewanitaan yang Allah titipkan pada wanita dan menyeretnya untuk menjadi pengangguran. Padahal tidak demikian. Hijab Islami tidak menelantarkan berbagai potensi wanita, seperti keahlian-keahliannya, dan berbagai kemampuannya. Kritik ini hanya pantas ditujukan kepada model hijab yang pernah berkembang di tengah-tengah orang India, Iran atau Yahudi zaman dulu. Karena, hijab islami tidak pernah menganjurkan agar mengurung wanita dalam rumah dan tidak mendukung kepasifannya di tengah semangat bakat dan kemampuannya.
                “Katakanlah kepada wanita yanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki- laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara wanita mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kaki-kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’  ” (QS. An-Nur:31)
                Berdasarkan ayat di atas, maka hendaknya wanita jangan menampakkan perhiasan dalam arti kata menyeluruh. Kecuali wajah dan telapak tangan. Selain itu, wanita harus memanjangkan penutup kepalanya untuk menutupi dadanya. Tentunya itu bukan untuk menutupi kepala saja secara khusus, akan tetapi yang dimaksud adalah menutupi kepala, leher dan dada. Dulu wanita-wanita Arab memakai pakaian dengan dada terbuka, tidak menutupi leher dan dada. Penutup kepala yang mereka kenakan selalu didikat dan diuraikan ke belakang kepalanya seperti yang berkembang sekarang di kalangan kaum lelaki Arab. Hal itu tentunya menyingkap dua telinga, anting-anting, sisi keduanya, leher dan leher depan. Ayat ini memerintahkan agar melebarkan penutup kepala dari dua sisi sehingga dapat menutupi leher depan sehingga bagian-bagian tersebut tadi berada di bawah penutupnya.
                Berhijabnya seorang wanita ketika berbaur dengan masyarakat, terutama laki-laki adalah hal yang sngat positif. Hal tersebut diberlakukan dalam Islam adalah untuk kebaikan para wanita sendiri, agar martabat nya terjaga dan dihargai sebagai makhluk Allah yang mulia. Di samping itu, hal tersebut akan lebih menyucikan diri dari pikiran-pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan perangkat-perangkat tubuh tertentu yang senantiasa menyelimuti manusia. Jadi, ada yang salah dengan yang kita kenakaan? Jawabannya tentu tidak kan? Teteplah jadi diri sendiri dan berpegang teguh pada agama Allah SWT. :) /(S)_Asa * dari berbagai sumber tentang Hijab.

Wednesday, November 23, 2011

Debat yuk. . :)


Sahabat, tau nggak sih kalo Nabi Ibrahim itu pandai banget berdebat. Berdebatnya nggak main-main lho, langsung sama raja, raja Namrud yang killer abis itu lho. Udah tau critanya kan?
Nah biar kamu-kamu bisa pinter debat kayak NabiAllah Ibrahim, tentunya debat dalam hal positif. Ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna buat kamu.
Here we go J
1.       Idealisme yang kuat. Jangan berdebat hanya untuk adu kekuatan urat leher. Kamu harus punya idealisme kebenaran. Sesuai anjuran Rasulullah SAW, sampaikan yang benar walaupun terasa pahit. Ingat, asalkan membela agama Allah, kamu takkan pernah kalah ^_^. Walaupun manusia memandang kita kalah, sesungguhnya Allah menilai kita sebagai pemenang sejati. Tegakkan iman, kuatkan mental, pertebal pengetahuan. Setelah itu, majulah ke gelanggang! (hore :D)
2.       Boleh kritis, tapi harus cerdas. Contohnya nih, ada orang hobinya mengkritik kanan-kiri. Pokoknya semua salah, kecuali dirinya. Beginilah orang yang punya semangat debat tinggi tapi rendah ilmu.
3.       Harus ada solusi. Debat bukanlah arena mengalahkan orang lain, apalagi menghinanya. Debat digunakan untuk meluruskan kesalahan, mencari kenaran hakiki. Jadi, mesti ada solusi dari perilaku keliru yang kamu debat. Jika ingin mendebat soal kenakalan remaja, jangan pamerkan dosa-dosa mereka. Tawarkan solusi buat menyalurkan energi muda, tentu saja melalui kegiatan positif.
4.       Akhlak tetap jempolan. Berdebat boleh, emosi jangan. Kepala tetap dingin, hati tetap sejuk agar kata-kata yang keluar santun bijaksana. Kamu perlu menggarisbawahi hal ini. Mentang-mentang muda, jangan berdebat semaumu. Mulut sampai berbusa-busa, mata merah melotot, kata-kata berloncatan tak nyaman di telinga. Berdebat dengan kasar, mana bisa membuat hati orang terbuka menerima kebenaran?
Mulutmu harimaumu yang akan merengkahkan kepalamu—itu pesan leluhur kita. Artinya, salah omong bukannya membuka kebenaran, tapi menambah musuh. Jadi, jaga lisanmu saat ingin menyampaikan sesuatu J /(S)_asa*dikutip dari Tafsir Gaul Menurut Al Qur’an.

Saturday, November 19, 2011

Indahnya Masa Muda

Membahas dunia anak gaul memang nggak pernah ada habisnya. Dunia anak muda memang sangat berwarna, kaya corak dan kaya rasa manis.Nggak salah kalo banyak orang bilang "Tak ada yang seindah masa muda :) "
Memang begitulah kenarannya. Rasulullah SAW. membuktikan bahwa masa muda sangat enting untuk diperhatikan. Sejak kecil, Muhammad SAW. sudah menempa diri dengan mengembala kambing. Saat remaja dalam usia yang begitu muda, ia sudah berbisnis sampai ke luar negeri (hebat ya!! ^_^). Masih ABG Rasul sudah ikut berjuang membela kebenaran dalam berperang.

Peran kaum muda juga terlihat saat Rasulullah SAW. mengangkat panglima perang termuda bernama Usamah bin Zaid yang kala itu masih berusia 16 tahun (beda 1 tahun sama aku :D). Alih-alih menunjuk banyak panglima yang lebih tua alias senior, Muhammad SAW. justru memberikan amanah kepada yang termuda. Masih banyak bukti lain yang menunjukkan betapa besar perhatian dan penghargaan Rasulullah SAW. kepada anak muda.

Jadi, sangat keterlaluan bila anak-anak muda malah tidak menghargai masa muda mereka atau malah menghancurkan diri sendiri. Memang kita harus gaul supaya nggak jadi katak dalam tempurung. Namun jangan lupa, gaul bukan berarti melebur. Sebagai cowok/cewek beriman kita mesti pandai mengontrol diri. /(S)_asa*dari berbagai sumber.