Thursday, December 29, 2011

Secret Admirer

Aku mengagumimu. Saat abu-abu putih masih menjadi keseharianmu. Saat itu Akh terlihat sangat mempesona. Setiap hari pergi ke sekolah hanya dengan mengendarai sepeda butut, bahkan terkadang hanya berjalan kaki. Wajahmu memancarkan keramahan. Gadget-gatget bermerk itu sangat jauh dari kehidupanmu. Setiap langkahmu meninggalkan jejak kewibawaan. Tutur katamu selau terdengar merdu seperti nyanyian surga, meskipun aku belum pernah mendengar bagaimana nyanyian surga itu. Al-Qur'an yang kau baca setiap hari, membuat orang yang mendengarnya terlena akan syahdunya lantunan nan indah itu.

Wahai Akhi yang sangat aku hormati, kemanakah kau yang dulu? Aku tidak mengenal pribadimumu yang sekarang. Dimana kesederhanaanmu yang membuatku mengagumimu? Dimana senyuman ramah yang selalu aku lihat? Mengapa sepeda butut itu tergantikan oleh kendaraan mewah? Dan apakah ayat-ayat suci itu masih kau alunkan setiap harinya?
Apakah karena putih abu-abu bukan lagi menjadi keseharianmu, semua tentangmu dulu juga ikut kau tanggalkan?

Wahai Akhi, aku ini hanya perempuan yang hanya bisa mengagumi tanpa bisa berkata-kata. Aku hanya bisa menanti. Hanya dipilih dan tidak bisa memilih. Aku sadar ternyata aku kau yang sekarang tidak dapat lagi dikagumi. Tidak dapat lagi dijadikan teladan. Aku berhenti sampai di sini Akh. Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangimu. Amin. . /(S)_asa*29122011.:)

Sunday, December 25, 2011

Jangan ninggalin shalat ya. .





Simak kutipan di bawah ini.

Sayyidah Fatimah al-Zahra bertanya kepada ayahnya, Muhammad saw, “Ayah, siksa apa yang bakal menimpa kaum wanita dan pria yang tidak memperhatikan dan meremehkan sholat?”
                Rasulullah saw menjawab, “Fatimah, barang siapa di antara pria dan wanita meremehkan sholat, niscaya Allah menimpakan 15 bencana kepada mereka. Yaitu, enam bencana di dunia, tiga bencana menjelang ajal, tiga bencana di alam kubur, dan tiga bencana pada hari kiamat tatkala dibangkitkan dari kubur.”
Adapun enam bencana di dunia adalah:
1. Allah menghilangkan berkah umurnya.
2. Allah menghilangkan berkah rezekinnya.
3. Allah menghapus tanda orang saleh dari wajahnya.
4. Setiap kebaikan yang dilakukannya tidak dibahas pahala.
5. Doanya tidak sampai ke langit.
6. Tiada baginya keuntungan dari orang-orang saleh.
Adapun tiga bencana menjelang ajal adalah:
1. Meninggal dunia dalam keadaan hina.
2. Mati karena kelaparan.
3. Mati kehausan meskipun air sungai seluruh dunia dicurahakan padanya.
Adapun tiga bencana di alam kubur adalah:
1. Allah mengirimkan untuknya, di dalam kubur, satu malaikat yang menyiksanya.
2. Kuburnya menjadi sempit.
3. Mengalami kegelapan dalam kubur.
Adapun tiga bencana pada hari kiamat adalah:
1. Allah mengirim untuknya satu malaikat agar membenamkan wajahnya ke tanah, disaksikan seluruh makhluk.
2. Perhitungan amal perbuatannya dipersulit.
3. Allah tidak memandangnya dengan pandangan belas kasih, dan baginya siksa terus menerus.
/(S)_asa*Fatimah az-zahra

Wednesday, December 21, 2011

Imperial Choco Color


Mau berbagi resep cookies nih, dari buku yang kemarin sempet mampir di tanganku. Dicoba di rumah ya ;)

BAHAN A                            
125 gr mentega
50gr margarine
125 gr gula bubuk
¼ sendok teh vanili bubuk
½  sendok teh garam

BAHAN B
1 butir telur

BAHAN C
1 sendok teh baking powder
25 gr susu bubuk
375 gr tepung terigu protein sedang


BAHAN D
Choco chips atau yang warna-warni secukupnya.

1 sendok teh emplex
100 gr white cooking chocolate, lelehkan



Cara membuat:
1.       Kocok bahan A sampai mengembang, masukkan bahan B, kocok lagi sampai rata.
2.       Beri bahan C, aduk rata, lalu bentuk dengan spuit di Loyang dan taburkan coklat chips atau yang warna-warni, panggang dengan temperature 140°C sampai matang.
3.       Angkat, simpan dalam stoples kedap udara.


Selamat mencoba :)
/(S)_asa* aneka cookies

Tuesday, December 20, 2011

Doa Seorang Pesakitan



 Wahai Tuhanku yang Maha Baik lagi Maha Pemberi Petunjuk. .
Rasa sakit ini telah ada dalam tubuhku dalam waktu yang lama,
Aku rela jika sakit yang Engkau berikan ini mampu membuatku mendekat kepadaMu.
Namun aku mohon, kuatkan aku untuk menahan sakit ini.

Wahai Tuhanku yang Maha Mengetahui,
Tabahkanlah makhlukmu yang lemah ini atas apa yang terjadi hari ini. .
Engkau yang Maha Mengetahui lagi Maha Membenarkan.
Tunjukkanlah kebenaran yang tersembunyi ini

Aku seorang pesakitan yang tidak pernah dianggap penting oleh mereka.
Hanya bisa berharap Allah Tuhanku selalu menganggap dan mengasihiku
Hanya bisa berharap Allah menjagaku dari perbuatan keji mereka
Hanya bisa berharap esok tubuh lemahku masih dapat merasakan hangatnya MATAHARI
/(S)_asa*karena kejadian hari ini

Dikritik? So what ditu lho? ;)

Hai..hai..
Semua orang pasti pernah dikritik, termasuk aku juda :D
Kamu pasti tahu dong kalau orang lain tidak akan pernah diam mengkritik kamu sebelum kamu masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit dan berpisah dari mereka. Nah kalu kamu masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang bisa bikin kamu bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidurmu selalu terasa gerah.

Oleh karena itu, kamu harus waspada terhadap apa yang mereka katakan. kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan, dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana batu cadas, tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya. Artinya, kalau kamu merasaterusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemoohan mereka, berarti kamu telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemari kehidupan kamu. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upaya mereka untuk menjatuhkan kamu. Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan penghormatan buat kamu. Tau nggak kenapa? Karena semakin tinggi derajat dan posisi yang kamu duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.

Betapapun, kamu akan kesulitan membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang mampu kamu lakukan adalah hanya mengubur dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan solsh-polah mereka kepada kamu, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Alah Azza wa Jalla,

Katakanlah (kepada mereka) : "Matilah kamu karena kemarahanmu itu."
(Qs.Ali 'Imran ; 119.)

Jadi kalau ada orang yang ngritik kamu dengan kritikan pedas, diem aja. Buat apa repot-repot marah? Boros tenaga tau :o
Jangan pernah takut kalau kamu benar. Insyaallah, Dia selalu memerintahkan para Malaikat-NYA untuk menjagamu.
Keep fighting guys ;) /(S)_asa*La Tahzan-dengan perubahan

Thursday, December 15, 2011

PATAHAN SAYAP MALAIKAT


Rerumputan sore ini terlihat lebih hijau dari biasanya. Mungkin karena gerimis yang sejak tadi mengguyur kota Jogjakarta ini. Seorang gadis sedang duduk di depan sebuah perpustakaan kota. Tangannya menggenggam beberapa lembar foto yang sedari tadi dilihatnya sambil tersenyum.
            “Cie Rina, mentang-mentang yang habis tunangan, dari tadi senyum-senyum terus lihatin foto pesta tunangan. ” Celetuk Asri, salah satu temannya yang tiba-tiba menghampiri.
            “Apaan sih, orang baru lihat sekali juga.”
            “Ngomong-ngomong kamu sama mas Rio kan udah 2 bulan tunangan, kapan nih nikahnya?”
            “Ya Allah, kita berdua ini statusnya masih mahasiswa, mana boleh ngomongin nikah-nikah gitu!”
            “Siapa juga yang nglarang? Lebih cepat lebih baik kan?”
“Nggak! Udah ayo ke masjid, udah adzan Ashar tuh.”
            “Oh iya, ayo.”
            Pukul lima tepat Rina bergegas meninggalkan kampus dan pulang ke rumah. Di dekat pintu gerbang ia bertemu dengan Rio. Mereka hanya saling tersenyum dan mengucap salam. Rio dan Rina memang sudah bertunangan, tetapi mereka berdua tidak pernah saling bersentuhan. Cinta yang tercipta di antara mereka berdua adalah cinta yang Islami. Cinta yang dibatasi dengan hijab, hijab yang hanya akan runtuh dengan datangnya ijab. Meski hubungan yang mereka jalin tidak seperti hubungan remaja pada umumnya yang mengedepankan status “pacaran”, mereka tetap bahagia.
            Suatu siang, Sabrina Alfriesta yang akrab disapa Rina itu sedang mengendarai sepeda hijaunya menuju rumah temannya. Di perempatan lampu merah ia dikejutkan oleh sesuatu. Ia melihat sesorang yang mirip Riomembonceng perempuan yang juga dikenalnya. Tetapi karena Rina hanya melihatnya sekilas, ia tidak merasa yakin bahwa itu adalah Rio, tunangannya. Ia mencoba berkhusnudzon dan terus mengendarai sepedanya. Tiba di depan sebuah café, ia melihat motor yang tadi dilihatnya sedang terparkir di sana. Rina menghentikan sepedanya. Ia tertegun, ternyata benar orang yang tadi dilihatnya adalah Rio. Dia terlihat sedang mengobrol dengan seorang perempuan. Tanpa piker panjang Rina segera mengiriminya pesan.
                Assalamualaikum
      Akh, lg dmn skrg?
Kurang dari 1 menit Rio membalas pesan itu.
               
Waalaikumsalam
Lg di rmh, knp?
Seketika itu tangisnya pecah. Orang yang dicintainya ternyata tega membohonginya hanya karena perempuan lain.
                Gpp Akh, aq kira
      di kampus
      Setelah kejadian itu, Rina tidak pernah menjawab telfon ataupun membalas sms dari Rio. Hingga 3 hari keadaan tidak berubah. Sampai suatu siang, tanpa sengaja mereka bertemu di kantin.
            “Assalamualaikum.” Rio mengawali pembicaraan.
            “Waalaikumsalam. ” Jawab Rina dengan tersenyum.
            “Boleh kita bicara sebentar?”
            “Tentu.”
Mereka duduk berhadapan di salah satu meja di kantin yang hari ini terlihat lengang.
            “Maaf Rin, boleh aku tanya? Kenapa beberapa hari ini kamu nggak pernah bales smsku? Angkat telfonku juga nggak pernah.”
Rina tersenyum dan berkata.
            “Aku mau cerita ke Akh Rio dulu, boleh kan?”
            “Boleh, apa?” Rio menjawab ragu.
            “3 hari yang lalu, aku melihat seorang laki-laki di café deket lampu merah. Ternyata laki-laki itu adalah tunanganku. Dia sedang bersama seorang perempuan yang katanya ingin dia lupakan. Tapi, yang aku lihat di sana bukan wajah-wajah tegang yang sedang menyelesaikan masalah, melainkan wajah-wajah bahagia diliputi cinta.” Dengan tatapan nanar Rina menceritakannya, tetapi ia tetap tersenyum seolah tidak memiliki beban.
            “Kalau Akh Tanya kenapa aku nggak bales SMS atau angkat telfon dari Akh, itu karena aku sibuk. Aku terlalu sibuk mengumpulkan serpihan perasaan yang baru saja aku bangun dengan susah payah. Perasaan itu hancur bukan karena Akh sedang bersama Aida waktu itu, tapi karena Akh berbohong. Akh berbohong hanya karena perempuan yang katanya ingin akh lupain itu.” Rina melanjutkan ceritanya tanpa kehilangan senyum.
Tiba-tiba Asri datang memecah percakapan mereka berdua,
            “Na, ayo!! Kita ada kelas nih.”
Rina menatap Rio yang sedari tadi hanya diam, ia tersenyum,
            “Udah dulu ya Akh, aku ada kelas, Assalamualaikum.”
            “Waalaikumsalam Warahmatullah. .”
            Rio hanya tertunduk, ia malu pada dirinya sendiri. Saat ini dia merasa bahwa dirinyalah orang paling bodoh di dunia ini. Penyesalannya sangat dalam karena melihat senyum Rina tadi. Dia tahu bahwa di balik senyum Rina tadi tertancap luka yang lebih dalam dari penyesalan yang ia rasakan sekarang.
            Selama berhari-hari Rio berusaha menghubungi Rina. Telfon, SMS tidak ad jawaban, bahkan di kampus Rio tidak pernah bertemu Rina. Ketika dating ke rumah Rina pun, Ibunya selalu mengatakan bahwa Rina sedang keluar. Sampai suatu pagi di hari kamis, Asri menghampirinya dan memberikan sebuah suratyang katanya dari Rina.
Jogjakarta, 17 Juni 2011
Kepada
Lazuardy Yusrio
Assalamualaikum Warahmatullah. .
                Sebelumnya aku minta maaf Akh kalau beberapa hari ini aku menjauhi Akh. Demi Allah aku tidak pernah membenci Akh karena kejadian ini. Aku hanya sedang ingin sendiri.
Mungkin ketika Akh baca surat ini, aku sudah berada di tempat yang jauh. Aku mendapat tugas belajar selama 2 tahun di Malaysia Akh. Maaf kalau aku merahasiakannya selama ini. Semoga waktu 2 tahun ini cukup bagi kita untuk menyadari kesalahan masing-masing. Aku tidak akan mengikatnu Akh. Jika Allah berkehendak maka kita akan dipertemukan lagi. Tetapi jika tidak, semoga Akh mendapat yang lebih baik.
Wassalamualaikum Warahmatullah. .
Yang menghormatimu
Sabrina Alfriesta

            Rio menangis sambil menggengam cincin yang diselipkan Rina di surat itu. Tak ada lagi yang bias ia lakukan selain menunggu sebagai bukti cintanya. Penyesalannya takkan berarti lagi.
            Sayap malaikat itu telah patah dan jatuh. Ia diterbangkan angin hingga ke tempat yang sangat jauh. Sang malaikat yang kehilangan sayap itu hanya dapat menyesali tanpa bias berbuat apa-apa. Karena ia tidak akan bias terbang tanpa sayap itu. /(S)_asa*13.12.11