Saturday, December 22, 2012

Dalam Ketidaksempurnaan Kau Besarkan Aku dengan Cara yang Sempurna

18 tahun sudah aku bisa menikmati hangatnya matahari pagi,
dan itu semua bisa terjadi karenamu
Semuanya indah, meski terkadang aku tidak bisa merasa apa yang temanku rasa
Tapi aku bahagia, aku sangat bahagia Ibu...

Tidak pernah sekalipun kau berkata putrimu ini cantik,
tidak pernah sekalipun kau mengatakan bahwa pakaian ini cantik jika kukenakan
Tidak pernah ibu....
Allah memang tidak mengizinkanmu untuk bisa mengatakan itu,
Tapi lagi-lagi aku sangat bahagia..

Aku tidak pernah kau antar ke sekolah untuk menuntut ilmu,
aku pun tidak pernah kau antar ke TPA untuk belajar mengaji
Tapi aku memang tidak pernah menuntut itu,
karena aku sudah bahagia..


Pernah terselip rasa iri di hati,
ketika kulihat seorang anak pergi bersama Ibunya,
ketika kulihat mereka diantar ke sekolah oleh Ibu atau ayahnya,
atau, ketika kulihat seorang Ibu memilih sebuah baju yang indah untuk anaknya
Tapi tenang saja Ibu, aku selalu berusaha menepis itu semua,
lalu aku mengundang rasa syukur untuk mendamaikan hatiku


Meski aku tak pernah mendapat itu semua, aku tetap bahagia,
aku selalu bahagia..
Karena kau telah mengajarkanku makna sebuah kesederhanaan,
kau mengajarkanku bagaimana menjadi wanita yang kuat dan tangguh
kau juga ajarkanku tentang dunia yang tak terumuskan ini
Ibu pernah berkata...

"kejujuran adalah mata uang yang berlaku di seluruh negara di dunia."

Aku berusaha patuhi kata-katamu itu ibu..
Aku berjanji,

Jika mereka memandangmu sebelah mata,
ingin rasanya aku teriak, memukul mereka, menghujat mereka karena perbuatan kejih itu.
Tapi aku selalu mengingat ucapanmu untuk tidak membalas sebuah kejahatan dengan hal yang sama.
Namun, aku tetap berusaha membelamu dengan cara yang lain,
tak kan kubiarkan mereka menghinamu, atau bahkan ketika mereka hanya membicarakan keburukanmu
tapi Ibu tau, ada diantara mereka yang tidak mau menerima keberadaan Ibu,
dan aku belum bisa berbuat apa-apa, mafkan anakmu yang bodoh ini.. maaf..
kalau memang pada akhirnya aku tidak mampu membuat mereka menerimamu,
akan kuderakkan kakiku selangkah ke belakang, aku pergi..
dan aku tetap di sisimu dengan segala lara yang akan tercipta...

tapi,,
Terima kasih,
karena telah membesarkanku dengan cara yang sempurna,
mungkin orang lain tidak memandang demikian,
tapi itu sudah sempurna untukku, sangat sempurna bahkan,

dan maaf..
Jika hingga detik ini aku belum mampu memberimu sebuah kalung permata jeli,
aku belum mampu mengangkat derajatmu dihadapan mereka, maaf....
Tapi aku berusaha, Ibu,
aku selalu berusaha, percayalah....

Di hari Ibu ini aku berdoa,
semoga Allah memberiku kesempatan untuk dapat membuatmu tersenyum bangga dengan pencapaianku,
semoga Allah memudahkanku menaikkan derajatmu dihadapan-NYA dan mereka,

Anakmu sudah menjadi yang kuat dan tangguh
meski tak sekuat dan setangguh dirimu..
Terimakasih untuk semua pengorbanan yang kau lakukan untukku,
Aku mencintaimu Ibu, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kau miliki.....

*(S)_asa/happymother'sday/

Sunday, December 2, 2012

Mampukah kita membagi perhatian??

Kebanyakan dari kita mungkin sibuk menggencarkan jihad untuk membela saudara kita di Palestine, mulai dari hanya berbagi info melalui facebook, twitter dan tumblr. Hingga langsung action berperang langsung
di Palestine sana.

Tapi, tidakkah kita melihat bagaimana kondisi zamrud khatulistiwa kita saat ini. Sadarkah jika sebenarnya kita juga sedang dijajah?
Jika Palestine dijajah secara fisik, maka kita bisa dikatakan kita terjajah secara ekonomi, moral dan banyak aspek lagi.

Berapa besar angka kemiskinan?
Berapa banyak anak-anak yang mati karena busung lapar?
Berapa banyak remaja yang menggugurkan janin demi menutupi aib?
Pernahkah kita memikirkan hal-hal di atas?

Jika kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan, "Lebih besar mana rasa peduli terhadap Palestine dan Indonesia?"
Bagaimana kita akan menjawab?
Di satu sisi Palestine adalah saudara seiman kita, dan di sisi yang lain Indonesia adalah saudara sebangsa kita.

Ibaratkan saja, kita mempunyai dua tangan kan? Berusahalah menggunakan tangan kanan untuk membantu Palestine dan tangan kiri untuk membantu Indonesia. Meskipun tidak bisa dalam waktu yang bersamaan, tapi berusahalah untuk tidak lupa membantu keduanya.

Palestine harus bangkit!!
Indonesia harus berubah!!

Bersemangatlah wahai saudaraku, bersemangatlah wahai para intelektual muda, bersemangatlah wahi para prajurit ALLAH.

-Syamsa Midar Laksmiasa-