Sunday, September 16, 2018

Stasiun

Di stasiun ini, seorang perempuan pernah tersenyum karena perjumpaannya dengan seseorang.
Melambaikan tangan dan tersenyum bahagia.

Di stasiun ini pula, dia harus berpisah dengan seseorang. Saling memandang dari kejauhan, tidak tahu ekspresi seperti apa yang harus ia tampakkan.
Harus tersenyumkah? Tapi ia merasa sedih dengan perpisahan itu.
Harus murungkah? Tapi ia tidak ingin orang lain tahu bahwa ia sedang bersedih.

Ada janji yang pernah ditepati di stasiun ini, tapi ada pula janji yang tidak pernah ditepati.

Hari ini, ia datang lagi.
Sedari tadi tak berhenti memperhatikan lalu lalang orang, wajah terlihat gelisah.
Ia sedang menunggu seseorang yang sebenarnya iya tahu tidak akan datang.
Benar saja, sampai kereta yang akan membawanya pergi, datang. Orang yang ia tunggu tak kunjung tiba.

Perempuan itu duduk seorang diri di sebuah bangku panjang.
Ia tertunduk, air matanya sudah tak terbendung
Ia melihat jam tangannya, menghela nafas panjang, kemudian bangkit.
"Aku pulang"

No comments:

Post a Comment